Header Ads

Harumnya Wadai Roti Pisang Acil Imar Banjarmasin, 1.500 Biji Pisang Ludes Terjual Sehari

Warung Acil Imar, ramai pesanan.
 Harumnya aroma wadai (kue, bahasa Banjar) roti pisang dan apam peranggi membuat pagi itu terasa berwarna. Acil (bibi) Imar terlihat asyik membuka tutup panggangan wadai yang telah dipanaskan. Tanganya terampil membolak balik adonan berisi pisang dan nangka.

Fitriyani, BANJARMASIN | KULINERBANJAR.com

Berbagai kue-kue tradisonal khas Banjar seperti roti pisang, apam peranggi, bingka kentang, bingka tapai, bingka gula habang, bingka nangka dan bingka pandan bisa kita temui di warung Acil Imar yang berlokasi di Jalan Kampung Melayu, Banjarmasin. 

Kudapan yang satu ini selalu menjadi andalan untuk disantap bersama keluarga maupun bagi para jomblo dalam berbagai suasana atau sekedar mengganjal perut saat lapar. 

Rasanya yang manis dan gurih dengan aneka toping serta tampilan yang menggugah selera apalagi dimakan pas masih hangat tentu semakin nikmat. Warung Acil Imar setiap hari ramai buka dari Pukul enam pagi hingga pukul lima sore. 

Uniknya lagi kue tradisional tersebut dimasak menggunakan alat cetak kue yang terbuat dari tanah liat. Selain itu kita juga bisa langsung melihat proses pembuatannya yang dibuat oleh para acil-acil yang sudah lihai dan cekatan dalam mengolahnya. Aromanya pun sangat wangi dan menggugah selera.

Tentu saja pemandangan ini semakin menarik para pembeli sambil menunggu pesanannya matang bisa sambil menyaksikan proses pembuatan. "Biar rasanya khas dan disajikan masih hangat-hangat," ucap pemilik warung Acil Imar, Minggu (6/2/2022). 

Dari berbagai jenis kue yang dijual, Imar mengatakan kue roti pisang menjadi favorit dan banyak diburu para pelanggannya, harganya yang murah yakni hanya Rp2.000 untuk kue roti pisang, dan Rp3.000 untuk varian kue lainnya. 

Tidak tanggung-tanggung warung yang sudah berdiri sejak 2016 ini dalam sehari mampu menghabiskan sebanyak 1.500 biji pisang untuk membuat roti pisang. Pembelinya pun tidak hanya dari Banjarmasin melainkan banyak dari luar kota. Selain itu ia juga menyediakan catering bagi yang ingin memesan kue-kuenya. 

Pada awalnya Imar menceritakan warung ini lebih dulu buka di Jalan Sultan Adam selama 4,5 tahun, lalu membuka cabang di Jalan Kampung Melayu dan sudah berdiri selama 1,5 tahun. 

Sempat mengalami penurunan penjualan selama pandemi Covid-19 sekitar 25 persen, kini dagangannya sudah kembali ramai."Selama pandemi sempat ada penurunan tapi sedikit aja," tuturnya. 

Di warung Acil Imar ini juga menyediakan masakan khas Banjar yang dikelola anaknya. Dari pertama buka sampai sekarang Imar tidak pernah mengubah harga kue yang ia jual hal ini lantaran menurutnya untuk menjaga agar pelanggannya senang. "Harapannya selalu ramai jualanya dan pandemi segera berakhir," pungkasnya. (fitri/sip)

No comments

close
pop up banner